Kumpulan Puisi

Kumpulan Puisi

AKU
Karya: Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerajang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri 

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi



DIPONEGORO
Karya: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api 

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. 
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati




DOA
kepada pemeluk teguh
Karya: Chairil Anwar

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi 

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu
aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling



DERAI DERAI CEMARA
Karya: Chairil Anwar

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah  




KESABARAN
Karya: Chairil Anwar

Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing nggonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu.

Aku hendak berbicara
Suaraku hilang, tenaga terbang
Sudah! Tidak jadi apa-apa!
Ini dunia enggan disapa, ambil perduli.

Keras membeku air kali
Dan hidup bukan hidup lagi

Kuulangi yang dulu kembali
Sambil bertutup telinga, berpicing mata
Menunggu reda yang mesti tiba




SENDIRI
Karya: Chairil Anwar

Hidup tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia mencekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya


Ia membenci. Dirinya dari segala

Yang minta perempuan untuk kawannya


Bahaya dari tiap sudut, mendekat juga

Dalam ketakutan-menanti ia menyebut satu nama


Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?
Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu ! Ibu!





MAJU

Karya: Chairil Anwar


Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
MAJU
Serbu
Serang
Terjang





RUMAHKU
Karya: Chairil Anwar

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana


Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu

Posting Komentar

0 Komentar