Kelas: IV
Semester: II
Tema: Cita-Citaku
Kompetensi Dasar:
Pengetahuan
3.2 Membandingkan siklus hidup
beberapa jenis makhluk
hidup serta mengaitkan
dengan upaya pelestariannya.
Keterampilan
4.2 Membuat skema siklus hidup
beberapa jenis makhluk
hidup yang ada di lingkungan
sekitarnya, dan slogan upaya
pelestariannya.
Metamorfosis Hewan
Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Hewan dan manusia mengalami beberapa tahapan pertumbuhan
dan perkembangan dalam kehidupannya. Tahapan pertumbuhan dan
perkembangan hewan membentuk sebuah siklus hidup atau daur hidup.
Hewan mengalami tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang
berbeda-beda. Ada jenis hewan yang mengalami perubahan bentuk di
setiap tahap hidupnya. Namun, ada pula hewan yang tidak mengalami perubahan bentuk pada setiap tahapannya, selain bertambah besar saja.
Hewan yang mengalami perubahan bentuk dalam siklus hidupnya berarti
mengalami metamorfosis. Sedangkan hewan yang tidak mengalami
perubahan bentuk dalam siklus hidupnya berarti tidak mengalami
metamorfosis.
Di antara hewan yang mengalami metamorfosis, ada hewan yang
mengalami perubahan bentuk pada setiap tahapannya, ada juga yang
tidak. Hewan yang mengalami perubahan bentuk pada setiap tahapan
pertumbuhan dan perkembangannya dinamakan mengalami metamorfosis
sempurna. Sedangkan hewan yang mengalami perubahan bentuk hanya
pada beberapa tahap tumbuh kembangnya dinamakan mengalami metamorfosis yang tidak sempurna.
(Sumber: IPA Kelas 4 SD, Pusbuk 2009)
Berikut akan dijelaskan tentang metamorfosis pada belalang, capung, jangkrik, katak, kecoa, kupu-kupu, dan lalat.
Metamorfosis Belalang
Belalang juga menjadi salah satu anggota serangga yang mengalami metamorfosis di dalam hidupnya. Metamorfosis pada belalang tergolong jenis metamorfosis yang tidak sempurna, karena ia tidak mengalami fase kepompong atau pulpa.
Metamorfosis pada belalang hanya melalui tiga tahapan utama yaitu fase telur, fase nimfa, dan fase belalang dewasa. Mari kita bahas lebih lengkap dalam tiga tahapan tersebut.
Pada daerah sub tropis belalang betina ini pada umumnya hanya akan meletakkan telur di bawah tanah, dengan ukuran 3-4 cm dari permukaan. Maksudnya supaya telur tidak menjadi rusak karena suhu yang terlalu dingin di saat musim salju tiba.
- Proses metamorfosis pada belalang diawali dengan fase telur. Telur belalang ini berasal dari hasil pembuahan sel betina, oleh spermatozoa pada belalang jantan. Telur tersebut kemudian diletakkan oleh belalang betina di berbagai tempat, seperti di dedaunan, batang tanaman, sampai di dalam tanah. Pada satu kali proses pembuahan, pada umumnya belalang betina bisa menghasilkan 10-300 butir telur. Telur belalang itu sendiri bentuknya seperti beras. Waktu penetasan telur itu sangat bervariasi, tergantung pada kondisi lingkungannya. Bila di daerah tropis telur dapat menetas dengan lebih cepat, maka di daerah sub tropis telur itu bisa mengalami masa dorman sampai 10 bulan sebelum akhirnya menetas di awal musim panas. Dari beberapa telur yang menetas itulah keluar nimfa, atau bayi belalang yang mungil yang berwarna putih.
- Nimfa merupakan belalang kecil yang belum mempunyai sayap dan juga alat reproduksi. Persis sesusah menetas, nimfa yang pada umumnya berwarna putih, dan berubah warna menjadi hijau atau coklat sesudah terpapar oleh sinar matahari bebera saat lamanya. Fase nimfa pada tahap metamorfosis belalang ini pada umumnya hanya terjadi sekitar 25-40 hari. Selama fase ini nimfa akan makan dedaunan saja, mengalami pertumbuhan lalu mengalami ganti kulit atau instar sebanyak 4-6 kali yang tergantung pada suhu dan kelembapan lingkungan dan jenis belalangnya. Di instar yang ke 30-40 hari, pada umumnya nimfa akan mulai memiliki sayap yang kecil di bagian tubuhnya. Sehingga pada akhirnya ia masuk ke dalam fase selanjutnya di dalam metamorfosis, menjadi belalang dewasa yang sudah siap terbang.
- Setelah melewati fase nimfa selama 1 bulan, proses metamorfosis pada belalang ini berlanjut pada fase belalang dewasa. Belalang dewasa mempunyai sayap yang lengkap dan kuat dan bisa digunakan untuk terbang. Sistem reproduksinya juga sudah matang dan siap digunakan untuk menghasilkan telur belalang yang baru, sesudah mengalami proses pembuahan dengan pasangannya.
Metamorfosis Capung
Capung juga mengalami metamorfosis. Metamorfosis yang terjadi pada capung yaitu metamorfosis tidak sempurna, itu karena capung hanya mengalami perubahan semasa hidupnya yaitu telur, nimfa dan kemudian menjadi capung dewasa.
- Setelah perkawinan, capung betina akan bertelur. Biasanya telur capung akan ditempelkan pada tanaman dekat dengan air dan wilayah tersebut terbebas dari polusi. Serta memastikan juga ada banyak mikroorganisme air yang bisa dijadikan sumber makanan larva capung. Setelah kawin satu induk capung sendiri dapat bertelur sekitar 100 butir telur, tergantung jenis spesies capung tersebut. Telur capung diselimuti dengan lendir, dan akan terasa licin jika kita pegang. Selain itu, telur capung akan menetas dalam waktu dua hingga tujuh hari tergantung dari iklim tempat telur tersebut berada. Jika dingin maka akan memakan waktu lebih lama untuk menetas.
- Nimfa telur yang sudah menetas akan menjadi larva dan akan berkembang serta hidup di wilayah dasar perairan. Larva menggunakan insang internal sehingga bisa bernafas. Meskipun makhluk air, larva capung bisa hidup di darat walau dipindahkan berjam jam. Larva capung akan mengalami pergantian kulit terus menerus hingga menjadi nimfa. Nimfa capung memiliki tubuh yang berukuran besar dan hidup sebagai karnivora yang ganas dan memakan berudu, anak ikan bahkan memangsa sesamanya (kanibal). Nimfa capung dapat bernafas dengan menggunakan insang yang ada didalam rektum di ujung perut. Selain itu, nimfa capung akan mengalami beberapa kali pergantian kulit ekdisis. Setiap tahapan diantara pergantian kulit pada nimfa disebut dengan instar. Tergantung jenis spesiesnya, pergantian kulit bisa terjadi hingga 8-12 kali. Umur nimfa biasanya 4 minggu bahkan sampai beberapa tahun. Sebagian besar siklus hidup capung dihabiskan dalam bentuk nimfa yakni bisa hidup hingga 4 tahun lamanya.
- Ketika sudah berkembang dengan baik dalam lingkungan dan cuaca yang mendukung dan stabil, nimfa akan menyelesaikan tahapan metamorfosisnya menjadi capung dewasa. Setelah menjadi capung dewasa biasanya mereka akan merayap keluar dari air dengan menggunakan ranting tanaman. Dianggap capung dewasa ketika ia berhasil keluar dari kulit nimfa dan kulit nimfa ini disebut exuvia. Capung muda memiliki sayap yang belum berkembang maksimal dan memiliki kepala yang dapat dilihat pembagiannya. Tubuhnya pun masih lunak dan warna tubuhnya belum sempurna. Ketika berhasil bertahan dari seleksi alam, capung muda akan menjadi capung dewasa dengan tubuh yang lebih sempurna. Biasanya capung dewasa dapat hidup selama dua hingga empat bulan.
Metamorfosis Jangkrik
Jangkrik mengalami metamorfosis tidak sempurna, karena hanya melalui 3 tahap pertumbuhan. Daur Hidup Jangkrik yaitu dari telur Jangkrik yang menetas, kemudian tumbuh memasuki tahap nimfa, berkembang menjadi Jangkrik dewasa.
- Jangkrik betina yang bertelur maka ia akan meletakkan telurnya di dalam pasir dengan kedalaman 1 sampai 2 sentimeter. Selama pemeraman telur jangkrik didalam pasir tersebut, telur jangkrik akan berkembang sampai siap menetas. Setelah telur didiamkan dalam pasir selama 12 hari dengan suhu yang pas, telur jangkrik akan menetas secara bersama – sama. Perlu diketahui, jangkrik bisa bertelur hingga beberapa puluh. Ketika telur jangkrik sudah menetas, anaknya akan berkeliaran dan ketika itu seleksi alam mulai berdampak. Jangkrik yang bisa bertahan hidup adalah jangkrik yang bisa mencari makan.
- Pada fase nimfa ini jangkrik akan melakukan pergantian kulit sebanyak 6 sampai 8 kali. Selang hari pergantian kulit bervariasi dan tidak semuanya sama.
- Setelah berganti kulit ke 6 atau ke 8 kalinya, nimfa ini sudah menjadi jangkrik dewasa dan siap bereproduksi.
Metamorfosis Katak
Katak adalah hewan amfibi, hewan yang hidup di dua alam. Dalam siklus hidupnya, katak mengalami perubahan dari yang awalnya hanya bisa hidup di air kemudian hidup di dua tempat. Secara umum urutan metamorfosis kata terdapat 4 fase, yaitu fase telur, fase berudu, fase katak muda, dan terakhir fase katak dewasa.
- Fase pertama adalah telur. Ketika musim pembuahan, katak betina akan melepaskan banyak sekali telur di air. Setelahnya katak jantan akan membuahi telur tersebut. Ini disebut pembuahan eksternal (fertilisasi eksternal). Pembuahan eksternal ini sangat rawan terjadinya kegagalan. Banyak faktor yang mempengaruhi semisal adanya arus air yang kuat, adanya predator berupa ikan. dan gangguan lain. Telur katak banyak dijumpai dalam keadaan berkelompok, mereka disatukan oleh semacam jelly yang melindungi sel telur.
- Fase kedua adalah kecebong atau berudu. Kecebong atau berudu akan berada disekitar telur untuk memakan sisa makanan dari cangkang sampai fungsi tubuhnya tumbuh dan memungkinkan untuk mencari makan sendiri. Berudu katak akan melakukan pembentukan organ insang, ekor dan mulut sampai tubuhnya terbentuk sempurna. Sampai usia 1 minggu organ kecebong telah terbentuk sempurna dan siap mencari makan sendiri. Pada awalnya insang kecebong berada di permukaan kulitnya. Saat mencapai umur 4 minggu insang akan ditutupi oleh kulit sehingga insang akan masuk ke dalam tubuh dan menghilang perlahan-lahan. Selama 6 minggu, pada proses metamorfosis katak, kecebong akan terus mengalami perubahan fungsi fisiologis hewan dan bentuk morfologi nya. Kaki belakangnya mulai tumbuh kemudian diikuti pertumbuhan kaki depan. Begitu juga organ dalam, paru paru mulai berkembang sebelum akhirnya masuk ke tahap selanjutnya. Pada masa 6 minggu sampai 9 minggu akan mulai terlihat bentuk kepala dan tubuhnya perlahan mulai memanjang. Makanan kecebong pada masa ini berupa serangga mati yang terdapat di perairan.
- Fase katak muda. Fase ini dimulai pada minggu ke 12. Sesudah mengalami proses pertumbuhan, kecebong mulai mengalami fase pertumbuhan. Perubahan bentuk diantaranya, insang hilang, ekor katak memendek, mulut melebar, dan paru paru yang baru terbentuk mulai berfungsi. Katak muda sudah mulai beraktifitas di daratan dan mulai meninggalkan perairan. Selain itu juga sistem pencernaan katak akan diadaptasi kan menjadi karnivora, pemakan serangga. Pada fase ini hanya berlangsung kurang lebih selama 3 minggu, sampai katak muda sempurna menjadi katak dewasa.
- Fase katak dewasa. Pada minggu ke -16. Katak sudah terbentuk sempurna. Katak dewasa sudah tidak lagi mempunyai insang dan berganti menjadi paru paru. Bentuknya pun jauh berbeda dengan berudu dan tidak mempunyai ekor lagi. Katak dewasa mempunyai kaki yang kuat dan berselaput diantara setiap jarinya. Katak dewasa tidak lagi hidup di air. Mereka hanya akan menuju ke perairan saat masa pembuahan.
Metamorfosis Kecoa
Kecoa dalam perkembangbiakannya mengalami metamorfosis tidak sempurna dimana siklus hidupnya ada tiga fase perkembangan yaitu telur, nimfa dan imago.
- Fase Telur: Proses metamorfosis kecoa di awali dengan stadium telur. Telur kecoa dihasilkan dari pembuahan sel telur betina oleh sel spermatozoa kecoa jantan. Induk betina kecoa biasanya akan meletakan telur yang dikandungnya di atas permukaan tanah atau sampah. Lebih sering dijumpai pula telur kecoa diletakan di daerah yang jarang dilewati orang. Dalam sekali bertelur, kecoa betina bisa meletakan sekitar 16 samapai dengan 32 butir telur. Telur-telur tersebut biasanya saling melekat satu sama lain karena adanya cairan lengket pada permukaannya. Telur-telur yang berwarna hitam atau coklat tersebut biasanya dilindungi dengan cangkang kapsul yang disebut Ootheca. Oorheca sangat keras sehingga bisa melindungi telur dari benturan luar. Telur kecoa akan menetas antara rentang waktu 1 hingga 2 bulan tergantung dari jenis dan spesies induknya. Dari telur yang menetas akan keluar nimfa.
- Fase Nimfa: Kemudian setelah tetlur-telur tadi menetas, nimfa atau bayi kecoa akan keluar. Nimfa berukuran sangat kecil hampir sama dengan kutu beras namun nimfa ini berwarna putih. Nimfa sudah bisa bergerak bebas mencari makan hingga tumbuh dan berubah warna menjadi cokelat. Di awal fase ini, nimfa belum mempunyai sayap. Dalam proses metamorfosis kecoa, fase nimfa memakan waktu selama 60 hari dengan 4 sd 7 kali instar atau ganti kulit. Setiap berganti kulit, kulit nimfa yang baru akan semakin keras. Sayap kecil baru mulai keluar pada fase instar terakhir sebelum memasuki selanjutnya yaitu fase imago.
- Fase Imago (Kecoa Dewasa): Setelah melalui periode instar terakhir, nimfa kecoa sudah mulai memiliki 2 pasang sayap. Pada fase inilah stadium imago dimulai. Imago atau kecowa dewasa dari kecoa memiliki sayap yang kuat sehingga memungkinkannya untuk bisa terbang. Di fase imago, kecoa muda berukuran lebih kecil. Ia akan tumbuh menjadi lebih besar hingga mampu melakukan proses reproduksi bersama pasangannya.
Metamorfosis Kupu-Kupu
Proses metamorfosis pada kupu-kupu bisa dibilang cukup panjang dan lama. Tahapan metamorfosis kupu-kupu dimulai dari telur kemudian menjadi ulat atau larva, selanjutnya kepompong dan pada akhirnya menjadi kupu-kupu.
Metamorfosis pada kupu-kupu merupakan jenis metamorfosis sempurna. Berikut penjelasan proses daur hidup kupu-kupu.
- Telur: Tahap pertama kupu-kupu dewasa meletakkan telurnya pada ranting dan daun. Kupu-kupu dewasa akan mencari daun kesukaan ulat nantinya. Karena setiap kupu-kupu mempunyai makanan favorit sendiri-sendiri. Biasanya kupu-kupu akan meletakkan telurnya di ujung daun atau di bawah daun. Menetaskan telur tidak membutuhkan waktu yang lama sekitar 3-5 hari saja.
- Larva (Ulat): Fase ini adalah setelah telur menetas. Ulat ini adalah proses yang sedikit menjijikan dari kupu-kupu yang indah. Setiap hari larva ulat ini akan memakan daun-daun yang ada di sekelilingnya dan memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Ulat juga bisa berganti kulit sekitar 5-6 kali. Setalah larva makan dengan maksimal dan pertumbuhan maksimal maka dia akan berhenti makan. Setelah itu larva akan mencari tempat untuk dia berubah menjadi kepompong.
- Pupa (Kepompong): Pupa atau biasa di sebut kepompong adalah bentuk setalah larva. Kepompong biasanya di bungkus dengan sesuatu berwarna coklat dan keras. Di dalam cangkangnya kepompong tidak makan dan minum. Dia akan menyempurnakan organ-organ yang belum sempurna jadi. Kepompong akan berlangsung selama 7-20 hari setiap kupu-kupu berbeda-beda tergantung dengan spesiesnya.
- Imago (Kupu-Kupu): Imago adalah proses dimana kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Pertama kali kupu-kupu keluar dari kepompong bentuk sayap kupu-kupu masih kecil, kusut dan basah karena ada cairan. Cairan ini juga berguna membantu pembesaran sayap kupu-kupu. Cairan ini di sebut dengan hemolymph. pertama kalinya kupu-kupu akan merangkak ke atas dahan, agar tubuhnya mengering dan sayapnya bisa berfungsi dengan normal. Untuk menunjang pertumbuhannya kupu-kupu dewasa kan mencari bunga untuk menyerap sari atau nektar bunga pada siang hari.
Metamorfosis Lalat
Lalat termasuk jenis serangga yang mengalami metamorfosis sempurna dalam daur hidupnya. Dalam proses Metamorfosis lalat melalui urutan mulai dari fase telur, fase larva, fase pupa, dan fase imago atau lalat dewasa. Berikut penjelasannya:
- Fase Telur: Fase pertama dalam proses metamorfosis lalat diawali dari stadium telur. Telur dihasilkan oleh lalat betina setelah sel telurnya terbuahi oleh spermatozoa lalat jantan. Telur lalat biasanya diletakan secara berkelompok oleh induk betina di tempat-tempat yang kotor, seperti tempat tempat yang banyak sampah, bangkai, bahkan kotoran manusia. Ada alasan mengapa lalat meletakan telur di tempat tempat yang seperti disebutkan tadi karena tempat-tempat yang kotor tersebut biasanya mengandung banyak protein yang menjadi makanan larva lalat saat telur menetas nantinya. Tempat yang kotor dianggap menjadi tempat yang aman bagi induk lalat untuk meletakan telur karena jauh dari jangkauan para predator. Bentuk telur lalat lonjong bulat dan berwarna putih dengan ukuran sekitar 1 sd 2 mm. Dalam prosesnya, telur biasanya akan menetas dalam waktu 1 hari hingga akhirnya berubah menjadi larva. Fase ini dinamakan sebagai periode embrionik.
- Fase Larva: Tahap selanjutnya yaitu setelah telur menetas, larva lalat atau yang biasa disebut belatung akan memakan makanan di sekitarnya. Bentuknya sangat menjijkan terlebih karena ia memakan banyak kotoran yang sudah di sebutkan diatas tadi.Larva akan tumbuh dan mengalami beberapa kali molting atau instar atau ganti kulit. Seiring pergantian kulit tersebut, tubuh larva akan semakin membesar dan lama lama akan mengeras. Jangka waktu yang di habiskan larva pada metamorfosis lalat terbilang sangat cepat. Dalam dua hari saja periode ini terlalui. Pada saat ganti kulit yang terakhir, larva lalat akan mencari tempat berlindung. Ia akan memasuki stadium pupa yang kemudian menjadi inaktif.
- Fase Pupa: Metamorfosis lalat akan memasuki fase pupa. Pada fase ini larva akan menjadi tidak aktif. Larva akan mencari tempat untuk perlindungan dengan menjalani fase pupa untuk bertapa. Biasanya pupa memilih tempat gelap yang terlindungi dari sinar matahari. Tubuh yang awalnya lembek kelamaan akan menjadi keras. Pada masa masa ini, struktur tubuh larva akan berubah menyerupai kokon, berwarna coklat d memiliki tekstur keras. Periode pupa berlangsung selama 1 minggu dengan tubuh terus tumbuh membelah. Di hari ke-3 hingga ke enam, pupa secara perlahan mulai membentuk sepasang sayap. Sampai pada akhirnya keluar dan terbang sebagai lalat dewasa.
- Fase Lalat Dewasa (Imago): Terakhir, setelah melalui tahapa-tahap di atas, selanjutnya adalah stadium imago atau di sebut dengan lalat dewasa. Lalat dewasa yang berhasil keluar dari pupa atau kokon sudah siap untuk terbang dan juga sudah bisa mencari makan sendiri. Biasanya yang mereka cari yaitu makanan yang zat-zat organik yang telah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Masa hidup lalat terbilang sangat pendek, karena hanya sekitar 21 hari saja.
Demikian informasi tentang metamorfosis belalang, capung, jangkrik, katak, kecoa, kupu-kupu, dan lalat.







0 Komentar