Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari
Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila oleh semua warga negara Indonesia harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dimana saja kita berada, antara lain sebagai berikut:
1. Penerapan nilai sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perilaku seperti:
- Taat beribadah sesuai ajaran agama masing-masing, sebagai wujud keimanan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa;
- Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa memohon perlindungan dan pertolongan-Nya;
- Menghormati dan tolerasi dengan pemeluk agama lain;
- Jujur atau tidak membohongi orang lain;
- Berdamai dengan teman dan tidak suka bertengkar;
- Saling menghargai perbedaan agama dan kepercayaan;
- Bersikap teguh pada kebenaran;
- Percaya diri melakukan kebajikan;
- Saling bekerja sama antar umat beragama dalam hal yang bersifat untuk memajukan kepentingan umum, misalnya untuk kerja bakti di lingkungan;
- Menghindari tindakan kekerasan yang dapat melukai perasaan dan jasmani orang lain;
- Mengedepankan persahabatan meskipun berbeda agama dan keyakinan;
- Membantu orang lain dengan penuh keikhlasan walaupun berbeda agama atau keyakinan;
- Tidak memaksakan kehendak atau keyainan kita kepada orang lain yang berbeda agama atau kepercayaan;
- Memelihara lingkungan sekitar, menjaga kebersihan, atau melakukan penghijauan;
- Melindungi kaum yang lemah dan yang tertindas;
- Menunjukkan kebenaran kepada orang lain meskipun berbeda agama atau kepercayaan.
2. Penerapan nilai sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dapat diwujudkan
dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perilaku, seperti:
- Berlaku adil dalam memutuskan sesuatu;
- Tidak memilih-milih teman atau tidak membeda bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan;
- Tidak memojokkan pihak lain yang berbeda pandangan dengan kita
- Saling membantu sesama yang mengalami kesusahan;
- Saling memaafkan bilamana terjadi kesalahan;
- Menghormati orang tua, guru, atau orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda;
- Turut serta dalam penanganan bencana yang terjadi di sekitar kita;
- Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang terdiri dari banyak suku, agama, ras, dan adat istiadat (SARA);
- Senantiasa menjaga adab atau kesopanan, kehalusan dan kebaikan budi pekerti kita di dalam berbagai kondisi.
3. Penerapan nilai Persatuan Indonesia, dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap atau perilaku, seperti:
- Saling menghargai dan menghindari perdebatan atau pertengkaran dengan rekan, tetangga, atau siapa saja yang berbeda pandangan atau kepentingan dengan kita
- Mencintai dan mengapresiasi budaya bangsa sendiri
- Tidak mencela hasil karya orang lain
- Menjaga kekayaan budaya bangsa
- Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
- Rela berkorban baik harta maupun jiwa raga untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);
- Berusaha menunjukkan prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa, seperti menjadi juara pada pertandingan atau perlombaan olah raga atau seni;
- Menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku;
- Disiplin menjalankan tata tertib yang berlaku baik di rumah, di sekolah, ataupun di tempat-tempat umum;
- Turut serta dalam perayaan atau upacara-upacara untuk memperingati hari-hari besar kenegaraan, seperti HUT RI 17 Agustus, hari Sumpah Pemuda, atau hari-hari nasional lainnya. Menggunakan pakaian adat nasional pada hari-hari tertentu.
- Cinta dan bangga menggunakan produk dalam negeri.
- Tidak membangga banggakan bangsa lain dan merendahkan bangsa sendiri;
- Turut serta dan mengambil bagian dalam upaya bela negara, seperti mengikuti pendidikan bela negara;
- Meningkatkan kreativitas dan inovasi dari diri sendiri untuk memajukan bangsa Indonesia;
- Memperluas pergaulan dengan orang-orang baru dari berbagai daerah.
4. Penerapan nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan, dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perilaku seperti:
- Melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan bersama, contohnya bermusyawarah dalam memilih ketua kelas.
- Turut serta menggunakan hak pilih dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan kepala daerah, atau pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD, dan lain-lain;
- Mencalonkan diri atau mengajukan seseorang untuk menjabat suatu jabatan tertentu sebagai salah satu perwujudan demokrasi;
- Melaksanakan dengan sungguh-sungguh hal-hal yang menjadi keputusan bersama;
- Mengemukakan pendapat untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama dengan cara-cara yang benar dan bijaksana
- Mengawasi dan memberikan saran terhadap jalannya penyelenggaraan kedaulatan rakyat yang dilakukan oleh pemerintah.
5. Penerapan nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat
diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan
perilaku seperti:
- Bertindak dan berperilaku adil terhadap anggota atau bawahan jika diamanahi sebagai pemimpin, seperti ditunjuk sebagai ketua kelas, ketua OSIS, kepala desa, bupati, gubernur, presiden, atau pemimpin organisasi lainnya;
- Tidak rakus dan arogan bila mendapatkan kesempatan
- Ikhlas berbagi kepada teman, sahabat, atau orang lain yang membutuhkan;
- Berusaha menolong atau membantu orang lain sesuai kemampuan;
- Tidak mengintimidasi orang dengan hak milik kita;
- Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan;
- Menghormati hak dan kewajiban orang lain;
- Menghargai karya atau hasil karsa cipta yang dimiliki orang lain. Hargai pula karya yang kita hasilkan sendiri;
- Berani memperjuangkan keadilan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain dan membantu orang lain untuk memperjuangkan keadilan.
Sumber: Modul PKP Mata Pelajaran PPKn

0 Komentar